Home / breaking / Polresta Kota Padang Geledah RS Rasidin Tetapkan Lima Tersangka Korupsi

Polresta Kota Padang Geledah RS Rasidin Tetapkan Lima Tersangka Korupsi

Padang. Newshanter.com. Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Padang, Jumat (06/09/2019) lalu menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin Padang.

Pengeledahan itu dilakukan terkait adanya dugaan kasus korupsi di rumah sakit berpelat merah ersebut.Dan menetapkan lima tersangka dugaan korupsi pengaadaan alat kesehatan (Alkes) Kementerian kesehatan.

Kapolresta Kota Padang melalui Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edriyan Wiguna membenarkan penggeledahan itu. Menurutnya, dugaan korupsi itu di RSUD Rasidin Padang ini menyangkut pengadaan anggaran alat kesehatan dari Kementerian kesehatan.

“Yakni alokasi anggaran tahun 2013 sebesar Rp10 miliar. Dugaan korupsi ini membuat kerugian negara sekitar Rp5 miliar,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya dari pengungkapan kasus dugaan korupsi ini, pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka. Penetapan tersangka telah dilaksanakan sejak satu bulan lalu.

“Empat orang tersangka dari swasta dan satu tersangka merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Berkemungkinan, tersangkanya akan bertambah,” katanya.

Meski telah menetapkan tersangka, namun Edriyan belum mau membeberkan identitas para tersangka. Termasuk juga, pemeriksaan terhadap tersangka belum pernah dilakukan.

“Pemberkasan kemungkinan satu bulan lagi. Tersangka belum pernah kami periksa namun kemungkinan akan ada tambahan tersangka. Dugaan korupsi ini ada beberapa item alkes,” pungkasnya.

Sebelumnya, penggeledahan dilakukan di beberapa ruangan di RSUD Rasidin. Di antaranya ruangan Kabid Keperawatan Wirdanelly dan Kasi Askep Irwandi serta Kasi Etika Keperawatan dan SDM Hastrina Yanti. Termasuk juga ruangan Kasubag Program Sofiantita.

Dari pengeledahan tampak penyidik membawa koper berwarna merah. Mereka juga memeriksa beberapa dokumen-dokumen di beberapa ruang di lantai dua tersebut.

Kemudian, penyidik berlanjut melakukan penggeledah di ruang arsip RSUD Rasidin yang berada di lantai dasar. Di sini, penyidik cukup lama melakukan penggeledahan dan memeriksa beberapa dokumen yang ada. Selanjutnya penyidikan menggeledah ke gudang yang berada di belakang rumah sakit.

Usai penggeledahan, penyidik menuju ruangan Direktur Utama (Dirut) RSUD Rasidin, Herlin Sridiani. Cukup lama penyidik berada di dalam ruangan Dirut rumah sakit berpelat merah tersebut. Penyidik baru keluar ruangan sekitar pukul 19.00 WIB.

 

 

Direktur Tidak Mengetahui Kasus Tersebut

 

 

 

Dirut RSUD Rasidin, Herlin Sridiani mengakui, pihak kepolisian menyita beberapa dokumen dari penggeledahan. Seperti Surat Keputusan (SK) dan surat dokumen lainnya.

Herlin Sridiani mengaku tidak begitu mengetahui kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) yang sedang diproses Kepolisian Resor setempat. Dirinya baru menjabat di rumah sakit itu pada 2016, sementar kasusnya terjadi 2013.

“Saya tidak begitu tahu kasusnya, namun dari keterangan polisi disebutkan tentang pengadaan Alkes tahun 2013,” kata Herlin.

Hal itu dikatakannya usai tim Polresta Padang menggeledah sejumlah ruangan di rumah sakit “plat merah” tersebut.

Ia menjelaskan dirinya baru menjabat sebagai direktur rumah sakit pada 2016, sementara pengadaan yang diusut terjadi pada 2013.

Meskipun demikian, Herlin mengatakan pihaknya akan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan polisi, dan akan bersikap koperatif.(robby)

 

About ZP NHO

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Kodim 0304/Agam melaksanakan kegiatan simulasi pengangkatan Keramba Jaring Apung ( KJA ) Danau Maninjau

    Agam, News Hanter.com- Komandan Kodim 0304/Agam Letkol lnf Victor Andhika Tjokro, SIp ...

    0 pengunjung sedang aktif sekarang
    0 tamu, 0 anggota
    Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
    Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
    Bulan ini: 0 pada 09-01-2019 12:00 am UTC
    Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC