Home / Nasional / Sumatera Barat / Agam / Ratusan Perantau Jorong Lurah Kototuo IV Koto Pulang Basamo Disambut Meriah Dengan Tari Pasambahan dan Puisi
DT Sinaro Ninik Mamak Dari Perantauan disuguhkan sekapur sirih begitu turun dari bus pulang basamo/ foto Istimewa

Ratusan Perantau Jorong Lurah Kototuo IV Koto Pulang Basamo Disambut Meriah Dengan Tari Pasambahan dan Puisi

Agam. Newshanter.Com. Di Hari Raya Idhul Fitri 1440 H tahun 2019 ribuan perantau Minang mengikuti tradisi pulang basamo alias mudik bersama ke kampung halaman di Sumatra Barat Selain pulang basamo, ada beberapa nama yang juga disematkanisi mudik murah meriah ini. Seperti “Kampuang Maimbau Pulang” atau “Taragak Kampuang”. Meski beda-beda nama, ketiganya memiliki makna yang sama yakni tradisi pulang kampung bagi warga Minang di perantauan.

Tradisi pulang basamo sekaligus menjadi siasat bagi perantau yang ingin pulang ke Tanah Minang namun dibatasi oleh isi kantong, alias anggarank terbatas. Apalagi biasanya harga tiket pesawat melangit saat periode mudik Lebaran. Ada banyak cara untuk mudik bersama. Bagi mahasiswa biasanya mereka sewa bus. Kalau keluarga, mereka bawa kendaraan sendiri tapi janjian dengan keluarga lain.

Dari ribuan parantau minang yang pulang basamo tahun ini, terdapat sekitar 500 orang, perantau asal Jorong Lurah Nagari Kototuo IV Koto Kabupaten Agam, Sumatera Barat Pulang basamo.

Ketua Panitia pelaksana pulang basamo Jorong Lurah Yudi Saputra didampingi koordinator lapangan Nurzal Effendi ST Tumangguang dan Muslim Parkat, mengatakan kepada wartawan Newshanter.com, pulang basamo yang pertama kali diadakan perantau Jorong Lurah diikuti sekitar 400 perantau dari Jakarta, 100 perantau dari kota lainnya, seperti Bandung, Medan, Pekan baru dan dari kota lainya. “Dari Jakarta mengunakan enam unit bus wisata dan mengunakan bus mengunakan mobil pribadi.” Ujarnya

Acara pulang basamo ini tambah Nurzal Effendi, tujuannya adalah untuk bersilahrahmi dan malapeh taragak jo kampuang halaman. Mereka yang pulag basamo ini ada yang sudah lama tidak pulang kampung.

Sedangkan dalam acara pulang basamo ini Jelas Nurzal Effendi diadakan tradisi makan bajamba dengan mandabiah jawi (menyemlih sapi). Serta Tablik Akbar, ramah  tamah dan hiburan main kim dengan door prezz  menarik

“Makan bajamba ini bukan saja dikuti para perantau pulang basamo juga dihadiri undagan dari jorong lain yang ada di Nagari Kototuo, seperti Jorong Kottinggi, Jorong Kapalo Koto, Jorong Caruak, Jorong Galudua, Jorong Pakan Usang dan Jorong Koto Baru, Tentu juga dihadiri Walinagari Kototuo, Ketua IKK, Ketua KAN dan ninik mamak pemuka masyarakat Kototuo yang ada di kampung dan di Perantauan.” ujarnya.

Peserta pulang basamo ini berangkat dari jakarta pada Sabtu 1 Juni sampai di Kampung Senin (0/06/2019) pagi. Ratusan peserta pulang basamo ini begitu turun dari Bus yang mereka tompangi meski diguyur hujan disambut meriah oleh orang kampung dengan hiburan tambua tansa diarak dari jorong galudua hingga ke Jorong Lurah.

Sesampai di halaman Surau Lurah meski hujan lebat Rombongan disambut tari Pasambahan dengan Siriah di Carano dan diselingi Narasi Pembacaan Puisi yang dibawakan para pemuda dan pemudi Jorong Lurah.(Konstributor Rinaldi Jorong)

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Tiga Terdakwa Simpan Shabu Dalam Anus seberat 92,92 gram dari Kepri di Hukum 12 Tahun Penjara

    PALEMBANG. Newshanter.com -Tiga terdakwa kasus narkoba seberat 92,92 gram dari Kepulaun Riau ...