Home / breaking / Patriot Kelahiran Aceh asal Minangkabau Ditahan di Rutan Guntur

Patriot Kelahiran Aceh asal Minangkabau Ditahan di Rutan Guntur

Jakarta. Newshanter.com – Mantan kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen (75) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Suta Widya, membenarkan penetapan status tersangka serta rencana penahanan Kivlan. Polisi, katanya, juga telah menguatkan surat perintah penahanan terhadap kliennya atas kasus kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan akan ditahan di Rutan Guntur selama 20 hari mendatang mulai Kamis, 30 Mei 2019.

“Dalam hal ini kebijakan dari kepolisian untuk menahan 20 hari ke depan di Guntur,” kata Suta Widya di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Kamis, 30 Mei 2019.

Suta menyesalkan langkah Polisi yang menahan Kivlan sekarang. Seharusnya, katanya, penyidik tidak perlu menahan karena dia menjamin kliennya akan kooperatif selama proses pemeriksaan.

“Sebetulnya tidak ada alasan untuk menahan. Tapi kita ikuti prosedur dulu. Dia (Kivlan) seorang patriot. Seorang patriot tidak akan mundur,” tambahnya.

Suta mengaku telah menyiapkan stategi untuk kliennya. Juga mengupayakan agar Kivlan bebas dari hukum yang menjeratnya. “Kita minta orang-orang yang bisa memberikan kesaksian. Sebab nanti sebelum ke persidangan, kita upayakan ini bebas. Dalam waktu 20 hari kita upayakan beliau bebas,” katanya.

Kivlan kini berstatus tersangka untuk dua perkara berbeda, yakni kepemilikan senjata api ilegal dan kasus makar. Dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal, Polisi mengungkap enam orang tersangka yang sebelumnya ditetapkan sebagai kelompok yang berencana membunuh empat pejabat negara.

Salah satu tersangka bernama Armi. Armi pernah bekerja sebagai sopir Kivlan selama beberapa bulan sebelum ditangkap oleh Polisi. Armi ditangkap karena kepemilikan senjata api ilegal. Diduga senjata api ilegal itu untuk membunuh empat pejabat negara saat kerusuhan di Jakarta 21-22 Mei.

Sementara itu penasehat hukum kivlan zen lainya Djuju Purwantoro, mengaku kaget dengan penetapan tersangka dan penahanan oleh Polisi kepada kliennya.

Djuju menyatakan, proses penetapan status tersangka dan penahanan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga dia berencana akan mengajukan praperadilan dalam waktu dekat.

Rencana begitu, alasannya sesuai normatif, ada aturan. Tapi untuk penangkapan dan penahanan, Pak Kivlan tak sesuai aturan,” kata Djuju di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Kamis, 30 Mei 2019.

Dia juga berencana mengajukan penangguhan penahanan dengan pertimbangan kondisi kesehatan Kivlan, yang, menurut Djuju, memburuk setelah menjalani pemeriksaan. Dia berjanji mengajukan penangguhan penahanan itu besok.

Kivlan Zen kelahiran aceh asal Minangkabau

Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, S.IP. 75 tahun) adalah tokoh militer Indonesia. Ia pernah memegang jabatan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI setelah mengemban lebih dari 20 jabatan yang berbeda, sebagian besar di posisi komando tempur.[1][2] Pada tahun 2016 Kivlan Zen menjadi Negosiator penting yang berhasil membebaskan 18 Warga Negara Indonesia dari penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf Filipina

Kehidupan pribadi

Kivlan Zen lahir pada 24 Desember 1946 di Kota Langsa, Aceh, dari keluarga perantau Minangkabau tepatnya di Maninjau Kabupaten Agam Sumbar,. Semasa jadi pelajar ia juga aktif dalam organisasi KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia). Ia masuk Akademi Militer (Akmil) setelah lulus SMA pada tahun 1965. Ia merupakan alumni Akmil angkatan tahun 1971.

Karier

Perjalanan karier Kivlan terbilang mulus, untuk naik ke brigadir jenderal dari posisi kolonel, dia hanya butuh waktu 18 bulan. Sebelumnya karier Kivlan sempat tersendat, pangkat mayor sempat disandangnya selama enam tahun dan letnan kolonel baru dia dapatkan setelah tujuh tahun saat dia bertugas di Timor Timur. Sedangkan pangkat kolonel baru didapatnya pada tahun 1994. Karier puncaknya dia dapatkan sampai jabatan Kepala Staf Kostrad dengan pangkat mayor jenderal dimasa peralihan dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Setelah itu bintangnya pun meredup seiring berubahnya angin politik di Indonesia.
Riwayat pendidikan
Pendidikan Umum

SD Negeri 43 Medan (1959)
SMP Taman Siswa Medan (1962)
SMA Negeri 2 Medan (1965)
S1 Sospol UT (1995)
S2 Social Development UI (2002)

Pendidikan Militer

Akabri Magelang (1971)
Advance Georgia USA (1982)
Seskoad Bandung (1990)
Lemhanas Jakarta (2000)

Kursus/diklat

Sussar Para Cimahi (1969)
Kursus Bahasa Inggris Bandung (1969)
Sus Dan Kiban Cimahi (1975)
Sus Guru Militer Jakarta (1978)
Sus Danyon Bandung (1985)

Riwayat organisasi

Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Medan (3 Th)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan (3 Th)
KAHMI Dewan Pakar Presedium Jakarta (10 Th)
LPMI Pusat Jakarta (10 Th)
Yannesa Pusat (8 Th)

Riwayat jabatan Militer

Danton Akabri darat
Danton KI-B Yon-753 Dam XVII
Danki Secata Dam XVII/Cen
Dan Kiban Yonif-753 Dam XVII
Danki Secaba Dam XVII/Cen
Danki-A Yonif-753 DamXVII/Cen
Pasi UM Dodik XX Dam XVII/Cen
Dan Latsus Dodik XX
Karo Binpers
Danden Banmin Brigif Linud-18
Kasi-2/Ops Brigif Linud-18
Wadan Yonif Brigif Linud-18
Danyonif-303 Brigif-13/Kostrad
Pabadya Binkar Spers Kostrad
Pamen Kostrad (Dik Seskoad)
Pabadya-1/Renev PBN-V Srenad
Dan Brigif-6
Danmen Candra Dimuka Akmil
Kasdivif-1 Kostrad
Dan Kontingen Garuda/Filipina
Kasdam VII/Wirabuana
Pang Divif-2/Kostrad
Kaskostrad
Pati Mabes TNI-AD (Karya)
Koorsahli Kasad

Riwayat jabatan non Militer

Komut PT. Truba (Holding)
Ketum LPMI
Komut PT. Citayam
Ketua Dewan Pembina Yanesa
Komut PT. TME

Tanda jasa

Bintang Yudha Dharma Nararya
Bintang Kartika Eka Pakci

Pratama

Bintang Kartika Eka Pakci

Nararya III/Prestasi

S.L. Kesetiaan VIII Tahun
S.L. Kesetiaan XVI Tahun
S.L. Kesetiaan XXIV Tahun
S.L. Gom IX/Raksaka Dharma
S.L. Santi Dharma
S.L. Seroja
S.L. Dwija Sistha
Filipina Fridentialbath
Okimedal
Outstanding Achievement Medal

Riwayat perjuangan

Penegak Kedaulatan NKRI Irian Jaya (1972-1983)
Penegak Kedaulatan NKRI Timor Timur (1985-1988)
Perdamaian Filipina Selatan (1995-1996)
Negosiator Pembebasan 18 Warga Negara Indonesia Dari Penyanderaan Yang Dilakukan Oleh Milisi Abu Sayyaf Filipina (2016). (Berbagai Sumber/zainal piliang)

Kivlan Zen digiring petugas/ Foto Kompas.com

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Gelar Acara Tatap Muka, Kapolres Kampar Beri Arahan Kepada Bhayangkari, Polwan dan ASN

    BANGKINANG KOTA,newshanter.com – Sabtu pagi (14/12/2019) bertempat di Gedung Serbaguna Polres Kampar ...