Home / breaking / Komnas HAM Aksi 22 Mai Belum Bisa Simpulkan Pelanggaran HAM, Mempercayakan kepada Polri untuk mengusutnya
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/ foto CNNI

Komnas HAM Aksi 22 Mai Belum Bisa Simpulkan Pelanggaran HAM, Mempercayakan kepada Polri untuk mengusutnya

Jakarta, Newshanter.com- Komisi Nasional Hal Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah mendatangi rumah sakit-rumah sakit tempat korban-korban luka dirawat, yakni RSUD Tarakan, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, dan RSCM.

Setelah berkunjung ketiga rumah sakit, KOmnas HAM Taufan menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan ada tidaknya dugaan pelanggaran HAM dalam kerusuhan selama 21-23 Mei.

“Belum, belum ya. Belum bisa disimpulkan sejauh ini,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damani di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Taufan juga mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dugaan penggunaan peluru tajam. Komnas HAM berpegang pada informasi pihak ketiga di luar Polri dan TNI, mengingat semua aparat keamanan yang ditugaskan di lapangan hanya dibekali peluru hampa dan peluru karet.

“Kami masih mempercayai bahwa ada informasi dari pihak kepolisian aparat yang mereka tugaskan itu dikasih yang paling maksimum peluru karet,” tuturnya.

Meski begitu, Taufan menggarisbawahi, bahwa pihaknya akan mendalami prosedur pengamanan aksi oleh aparat keamanan, mengingat setiap pengamanan pasti memiliki SOP yang sudah diatur.

“Ini yang mau kita dalami, apakah SOP sudah berjalan dengan baik misalnya. Apalagi sudah ada yang meninggal dunia, itu perlu kita lihat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, korban meninggal akibat kerusuhan berjumlah enam orang. Keenam korban meninggal berada di Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat (1 orang), RS Pelni Jakarta Barat (2 orang), RS Budi Kemuliaan Jakarta Pusat (1 orang), RS AL Mintohardjo (1 orang), dan RSCM (1 orang).

Mendukung Kepolisian Untuk Mengusud Tuntas

SElain itu Komnas HAM mendukung Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan penggunaan peluru tajam dalam kerusuhan pada 21-22 Mei. Polri sendiri sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kematian enam orang dan semua hal yang terkait dalam kerusuhan terkait Aksi 22 Mei itu.

Ahmad Taufan Damanik menyambut baik langkah ini, apalagi sebelum pecah kerusuhan ditemukan sejumlah senjata lengkap dengan amunisinya berusaha diselundupkan. Polri pun juga sudah sejak jauh hari menyebut diduga ada pihak ketiga yang ingin membuat onar pada Aksi 22 Mei, karena personel Polri dan TNI sudah diinstruksikan tak memakai peluru tajam.

Taufan menambahkan, jika memang ada kelompok lain di luar Polri dan TNI, maka itu sudah masuk ranah pidana. Dimana pihak kepolisian juga berkeyakinan tentang pihak ketiga dimaksud berdasarkan bukti-bukti penyelundupan senjata dimaksud.

“Tapi kan sementara ini polisi berkeyakinan dan punya bukti-bukti awal bahwa ada pihak ketiga yang menumpangi dan membuat kerusuhan dan kemudian ada peluru tajam itu,” imbuhnya.

Saat ini, Komnas HAM mempercayakan kepada Polri untuk mengusutnya seraya juga akan mengawasi tim khusus dimaksud.

“Kita percayakan saja dan kita mengawasi jalannya tim itu. Koordinasi kita juga dengan mereka selalu,” ujarnya.

Diketahui aksi unjuk rasa menolak hasil Pemilu 2019 di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta, berujung rusuh. Kerusuhan terjadi sejak Selasa (21/5/2019) hingga Rabu (22/5) dini hari. Kemudian berlanjut pada Rabu (22/5) malam hingga Kamis (23/5) dini hari.

Hingga saat ini polisi telah menangkap 300 orang terkait aksi berujung kerusuhan yang berlangsung pada 21-22 Mei. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang mencapai 257 orang.

Sejumlah barang bukti pun telah diamankan seperti kendaraan ambulans dengan lambang partai politik, uang dalam pecahan rupiah maupun dolar, senjata tajam, molotov, alat komunikasi, kamera, hingga petasan berbagai ukuran.
Komnas HAM Dukung Polri Usut Peluru Tajam di Kerusuhan 22 MeiKerusuhan dalam Aksi 22 Mei di depan Kantor Bawaslu. (CNN Indonesia).

 

 

 

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Tiga Terdakwa Simpan Shabu Dalam Anus seberat 92,92 gram dari Kepri di Hukum 12 Tahun Penjara

    PALEMBANG. Newshanter.com -Tiga terdakwa kasus narkoba seberat 92,92 gram dari Kepulaun Riau ...