Home / breaking / Lakalantas Urutan Kelima Penyebab Kematian

Lakalantas Urutan Kelima Penyebab Kematian

PALEMBANG, Newshanter.com –  Presiden Joko Widodo mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terbilang masih tinggi. Hal itu diungkap Presiden Jokowi saat membuka Millenial Road Safety Festival 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (9/3) sekitar pukul 08.30 WIB pagi.

“Kecelakaan lalu lintas menjadi ranking lima di dunia yang memakan korban. Pertama adalah penyakit jantung, paru-paru, TBC, Diabetes, dan lain-lain. Nomor lima adalah kecelakaan lalu lintas. Hati-hati betul. Karena kalau sudah kecelakaan dan masuk rumah sakit, (akan) jadi masalah besar bagi keluarga,” ungkapnya, Sabtu (9/3).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para milenial tentang pentingnya memerhatikan keamanan diri dalam berkendara khususnya sepeda motor. “Saya minta tolong berkendara itu lampunya harus menyala, kaca spion lengkap, dan helm harus dipakai. Kalau bisa pakai sepatu dan sarung tangan biar lebih mudah berkendara. Jangan lupa memakai jaket biar tidak masuk angin,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyinggung kebiasaan orang berkendara tanpa surat-surat lengkap, dan kebiasaan berbahaya seperti menggunakan telepon genggam. “SIM dan STNK jangan lupa dibawa. Nanti (kalau) ditanya oleh polisi lalu lintas (polantas), (jadi) bisa ditunjukkan. Jangan menggunakan handpone atau menelepon karena sangat berbahaya sekali. Orang tua dan keluarga menunggu di rumah, jadi hati-hati dalam berkendara. Cek semuanya,” lanjut Presiden.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Polda Sumsel tersebut. Karena dengan cara ini diharapkan efektif menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar dan anak muda di Sumsel. “Sosialisasi ini sangat tepat. Karena kita tahu sekarang ini sebagian pengguna jalan raya dan kendaraan ini adalah kalangan millennial. Pastinya  ini kita dukung karena manfaatnya banyak sekali,” jelasnya.

Selain penayangan video testimoni para korban kecelakaan kendaraan, rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak 2-17 Maret itu juga diisi dengan Pembacaan Deklarasi pelopor Millennial dan pemecahan rekor Muri dengan pembentangan Kain Jumputan Khas Palembang sepanjang 500 meter. Acara itu sendiri dipandu oleh MC terkenal ibukota yakni Raffi Ahmad dan Yuki Kato.

Sebelum acara utama dimulai, Presiden Jokowi dan rombongan sempat melintas di Jembatan Ampera yang disesaki ribuan warga. Konvoi iringan kendaraan Jokowi mendapat antusias luar biasa dari masyarakat. Warga bahkam rela datang sejak pagi sebelum. acara dimulai demi melihat langsung Presiden RI tersebut.

Diketahui dalam lawatannya kali ini ke Sumsel, Presiden Jokowi melakukan serangkaian kegiatan yakni senam di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), membuka South Sumatera Millennial Roda Safety, serta bersilaturhami dengan ribuan petani karet Sumsek di Balai Panelitian Sembawa Kabupaten Banyuasin.

Sementara, pesta kaum milenial Palembang itu menyisakan banyak cerita yang akan dibawa pulang ratusan ribu pesertanya. Namun sayang, sukacita dan cerita manis itu, tidak untuk semua orang. Cerita pasukan kuning atau petugas kebersihan Kota Palembang berbeda dengan yang lain, karena mereka disisakan dengan tumpukan sampah menggunung.

Kepada Simbur, Sabtu (9/3), salah seorang dari pasukan kuning yang tidak ingin disebut namanya, memperkirakan tumpukan sampah dari kegiatan tersebut akan sangat banyak. “Yah pasti banyak pak, tapi saya tidak tahu pasti berapa ton sampahnya,” ujarnya dengan menatap awas setiap jengkal tanah yang dijejaki peserta kegiatan.

Sebelum semua peserta meninggalkan lokasi, dirinya dan puluhan anggota lain belum juga beraksi bersama sapu dan serokan bututnya. “Kami belum bergerak pak, nunggu sepi baru kami bersihkan,” lanjutnya keluh sembari menggubris rekan kerjanya yang sesekali mengumpulkan sampah terdekat di satu titik.

Terkait itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal AR mengapresiasi kesigapan anggotanya yang sudah bersiap sejak pagi buta di lokasi kegiatan. Namun, dirinya pun belum bisa memastikan jumlah sampah yang akan dieksekusi oleh anggotanya. “Belum bisa dipastikan karena beda-beda. Kalau ada yang sadar diri, (sampah) tidak banyak. Kalau tidak sadar diri, (sampah) banyak. Itu bisa saya sampaikan setelah ada laporan dari staf saya. Jelasnya, petugas sudah disiapkan,” katanya.

Faizal juga berharap agar setiap kegiatan hendaknya masyarakat sadar dan tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat. “Harapan kami kepada masyarakat khususnya kaum milenial, kegiatan-kegiatan semacam ini timbul kesadaran, rasa memiliki. Kalau bisa, setiap kegiatan sampah itu bisa dikurangi. Syukur jika bisa habis (tidak ada). Kasihan dengan petugas kebersihan,” ujarnya.

Dilanjutkan, sebagai kaum berpendidikan tentu saja tingkat kesadaran dan kepemilikannya terhadap lingkungan di Kota Palembang akan jauh lebih baik. “Masa sebagai orang yang berpendidikan, berpengetahuan harusnya timbul kesadaran. Selesai kegiatan harus tidak ada masalah sampah. Kalau kami ini membantu. Namanya kegiatan di Kota Palembang, tentu siap kami amankan,” pungkas Faizal dengan harap.(Simbur)

About Andre Newshanter

x

Berita Lain

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU DAN APEL GABUNGAN TNI DAN POLRI SERTA FORKOPIMDA BUKITTINGGI

Bukittingi, newshanter.com – Dalam rangka pengamana dan untuk mengantisipasi ancaman dan gangguan ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 03-01-2019 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC