Home / Nasional / Sumatera Barat / Agam / Yayasan Minang Peduli Parenting kunjungi Dasawisma Saayun Salangkah7 Jorong Galudua,kecamatan IV Koto
Ibuk-Ibuk dasawisma Saayun salangkah Fhoto bersama setelah acara Arisan dan sosialisasi(fhoto A)

Yayasan Minang Peduli Parenting kunjungi Dasawisma Saayun Salangkah7 Jorong Galudua,kecamatan IV Koto

Agam, News Hanter.Com- Kelompok Dasawisma Saayun Salangkah7, Jorong Galudua Nagari Koto Tuo Kecamatan IV koto Kabupaten Agam, yang setiap awal bulan minggu pertama selalu mengadakan pengajian dan arisan, dan pada bulan ini mendapat kunjungan dari Yayasan Minang Peduli Parenting, yang bergerak di Bidang Pedidikan Edukasi Berbasis Islam, kegiatan rutin arisan bulanan yang selalu digilir dari rumah ke rumah anggota Dasawisma  yang pada minggu ini diadakan dirumah Buk Yunidar, Rabu (6/3/19)

Ketua Yayasan Minang Peduli Parenting Febri Zulhendra, Psi yang diwakilki oleh Narasumber Khairina Syukriati SH dan Bunda Yusni Marlina SE, mengambil tema” Paradigma Pola Asuh Anak sesuai dengan syariah islam” dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang tangguh dan berkualitas, diperlukan adanya usaha yang konsisten dan kontinyu dari orang tua di dalam melaksanakan tugas memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anak mereka secara lahir maupun batin sampai seorang anak tersebut dewasa dan mampu berdiri sendiri sebagai manusia yang bertanggung jawab, maka orang tua ( Ayah dan Ibu ) harus memiliki usaha dalam mengasuh dan memelihara anak-anaknya, terutama pada masa sekarang. Orang tua harus mampu mengasuh anaknya dengan baik jika ia menginginkan seorang anak yang bisa menempatkan diri pada zamannya, Karena tak jarang orang tua yang menginginkan anaknya berhasil dan sukses justru mendapatkan hasil yang sebaliknya dikarenakan kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya.

“Setiap orang tua yang memiliki seorang anak pasti mendambakananaknya menjadi orang yang berhasil dalam hal apapun, baik dalam akhlak, pendidikan, karier, dan lain sebagainya. Karena seorang anak dibesarkan menjadi penerus dan pengganti mereka ( orang tua ) dalam kehidupan ini. Secara fitrah tidak ada orang tua di dunia ini yang menginginkan anak-anaknya menderita, kekurangan, dan tidak bahagia. Maka banyak orang tua dengan segala kekuatan dan pikirannya melakukan berbagai usaha untuk masa depan anaknya, Jika seorang anak telah memiliki dasar ikatan agama yang kuat secara akidah, ibadah, moral, sistem hidup dan syariat serta pelaksanaannya. Maka ia akan memiliki benteng keimanan yang kuat, keyakinan dan ketakwaan pada ajaran agama akan selalu dijunjung tinggi, ia akan mendobrak segalabentuk kejahiliyahan dalam dirinya, ia akan menentang setiap perilaku yang bertentangan dengan tuntunan syariat Islam”ungkap Khairina Syukriati SH

Ketua dasawisma Saayun Salangkah7 Raden Entin Tresnawati mengatakan, Alhamdulillah pada bulan ini Dasawisma Saayun Salangkah 7 kita di kunjungi oleh Yayasan Minang Peduli Parenting dari Bukittinggi, dan kita mendapat masukan baru dalam mendidik anak,  mudah-mudahan apa yang didapat pada saat  ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua dalam membesarkan dan mendidik anak kita sesuai syariah agama

“Arisan dan pertemuan kita kali ini mendapatkan kehormatan karena telah dikunjungi oleh Yayasan Minang Peduli Parenting Bukittinggi  untuk pemberian Materi  Sosialisasi Parenting  tentang Paradigma Pola Asuh Anak sesuai dengan Syariat-syriat Islamiyah yang disampaikan oleh Bunda Khairina Syukriati SH dan Bunda Yusni Marlina SE adalah menjadi suatu kebanggaan tersendiri buat kita disini, karena dasawisma kita adalah dasawisma yang pertama, beliau kunjungi di wilayah Koto Tuo ini” ungakap Raden Entin Tresnawati

Salah seorang peserta Dasawisman saayun salangkah7 Siti Hajir mengatakan, gaya pengasuhan orang tua tidak terlepas dengan moral dalam mendidik perilaku anak, bagaimana agar memiliki moral dalam kehidupan, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah.Dewasa ini orang tua banyak mengalami kesulitan dan permasalahan dalam mendidik anak, baik dari kalangan akademisi, intelektual, petinggi negara apalagi dari kalangan sosial ekonomi bawah yang tidak memiliki pendidikan dan ekonomi yang matang.

Siti Hajir juga mengatakan, kebanyakan Para remaja ikut – ikutan dengan segala perilaku negatif tanpa memikirkan dampak negatif yang akan dialami baik untuk dirinya, dari segi keagamaan Negara kita jauh mundur ke belakang dari peradaban Islam karena meninggalkan nilai-nilai islam, dunia maju telah meninggalkan kejahilan mereka dan sedang mengikuti syariat islam yang diyakini kebenarannya dalam mensejahterakan umat, generani Islam harus didik oleh orang tua yang memiliki landasan keislaman dalam rumah tangga sehingga kesuksesan di mulai dalam keluarga inti kemudian berlanjut ke dalam lingkungan sekolah dan masyarakat

“Permasalahan orang tua terletak pada gagalnya mendidik generasi yang taat pada Allah Swt dan paham akan nilai-nilai keislaman. Berbagai masalah terjadi misalnya tawuran, free sex, ketidak sanggupan mengontrol anak dalam bergaul, narkoba, dan berbagai macam kriminal lainnya. Kejadian dan peristiwa ini sering terjadi di kota besar namun sekarang bergeser ke semua tingkatan masyarakat baik di desa, dan kota metropolitan’ imbuh Siti Hajir

Kegiatan yang di ikuti  sebanyak 30 ( tiga Puluh) orang anggota Dasawisma Saayun Salangkah7, juga dihadiri oleh ketua Pkk IV koto Ibu Darmiati dan beberapa orang anggota PKK dari kecamatan IV koto, acara di awali dengan pengajian serta dilanjutkan dengan penyampaian materi dari yayasan Minang Peduli Parenting dan di akhiri dengan Ariasan  anggota Dasawisma Saayun Salangkah7.( A/M)

 

About ZP NHO

x

Berita Lain

Kajati : Narkotika Meningkat Setiap Tahun, “Segera Harus Cari Solusi “

Palembang Newshunter.com,- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ali Mukartono SH MH mengatakan jika ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 05-01-2019 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC