Home / breaking / Majelis Hakim PN Palembang Vonis Mati Bandar Narkoba Dapat dapat Hadiah Karangan Bunga

Majelis Hakim PN Palembang Vonis Mati Bandar Narkoba Dapat dapat Hadiah Karangan Bunga

PALEMBANG – Newshanter.com, Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang memvonis mati 9 terdakwa komplotan bandar narkoba Letto cs dari Surabaya Kamis (7/2/2019) lalu, mendapat hadiah sejumlah karangan bunga dari masyarakat yang menamakan dirinya anti narkoba.

Karangan bunga tersebut bejejer di depan kantor Pengadiln Negeri Palembang. Karangan bunga tersebut dikirim untuk untuk mengucap tanda terima kasih, dimana majelim Hakim Pengadilsn Negeri Kelas 1 A khusus telah memvonis mati 9 bandar narkorba.ke 9 terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Berdasarkan bukti yang ada tidak ditemukan alasan memberi keringanan pada terdakwa, sehingga terdakwa pantas dihukum mati,”ujar hakim Ketua Efrata Happy Tarigan.

Majelis Hakim yang me vonis mati 9 terpidana mati bandar narkoba Letto cs adalah Hakim Ketua Efrata Happy Tarigan dan hakim anggota Akhmad Suhel, Yunus Sesa serta Achmad Syarifuddin.

Mengutip website PN Palembang, berikut biodata majelis hakim.

Efrata Happy Tarigan,Hakim kelahiran 11 Juni 1968 ini dalam kasus narkoba Letto cs bertindak sebagai Hakim Ketua. Hakim Efrata Tarigan bertugas di PN Palembang sekitar satu tahun.

Akhmad Suhel,Hakim kelahiran Sukoharjo, 12 November 1966 bertindak sebagai hakim anggota. Ahmmad Suhel yang berdarah minang bertugas di Palembang udah lebih dua tahun.

Yunus Sesa. kelahiran 2 Oktober 1958 sebelum di Palembang mengemban tugas di Palangka Raya.

Achmad Syarifudin.kelahiran 25 Maret 1969 bertugas di palembang lebih satu tahun.

Fakta persidangan

Majelis hakim menguraikan dalam pertimbangan hukum mereka. Berdasarkan fakta persidangan, sindikat ini telah mengedarkan sabu seberat 80 kilogram sejak 12 Maret 2018 hingga 12 April 2018.

Sabu tersebut disebarkan ke sejumlah kota seperti Palembang, Bandarlampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Banjarmasin.

Dalam proses pengiriman, sindikat ini melakukan sejumlah modus pengiriman, yakni melalui udara dan darat. Pengiriman berpusat dari Palembang menuju ke Bandarlampung menggunakan kereta api. Selanjutnya, dibawa ke Bandung untuk dikirimkan ke beberapa kota di Jawa dengan menggunakan truk. Kiriman narkotika seberat 80 kg ditutup menggunakan ampas singkong seberat 10 ton.

Adapun untuk pengiriman ke Banjarmasin, terdakwa menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, transit di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta kemudian ke Banjarmasin.

Untuk mengelabui petugas, sindikat ini mengemas sabu-sabu dan ekstasi dengan beberapa cara termasuk dengan menggunakan bungkus kopi yang ditaburi dengan bubuk kopi.

Namun, saat hendak mengirimkan narkoba ke Banjarmasin pada 22 Maret 2018, petugas keamanan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mendeteksi barang kiriman narkoba tersebut. Saat itu jaringan ini mencoba meloloskan sabu-sabu sebesar 3,9 kilogram dan ekstasi sebanyak 4.950 butir.

Letto mengkoordinir proses pengiriman, bahkan semua kurir yang diajak kerja sama diberi upah sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per kg sabu yang berhasil mereka kirimkan.

Mengacu pada penemuan tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bekerja sama dengan Polda Jawa Timur melakukan penelusuran dan ditemukan kembali lima kilogram sabu di Surabaya. Polisi menangkap beberapa tersangka. Adapun otak dari jaringan ini yang dipanggil Bang Kumis masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).(fil)

 

About ZP NHO

x

Berita Lain

Hadiri Pelantikan PC PGRI Pangkalan Kuras, Ini yang Dikatakan Bupati H.M Harris

  Pelalawan, newshanter.com – Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi hendaknya juga ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 03-01-2019 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC