Home / HuKrim / “Cepu” Khawatir, Oknum KPLP Desak Pernyataan Isolasi

“Cepu” Khawatir, Oknum KPLP Desak Pernyataan Isolasi

Sekayu, Newshanter.com – Menelusuri pernyataan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sekayu Ronaldo De Vinci Talesa AMd IP SH, sepengetahuannya, penempatan didalam sel (isolasi) memang atas permintaan yang bersangkutan sendiri. Menurutnya, karena merasa ada gangguan kejiwaan dan adanya pernyataan secara tertulis dari yang bersangkutan. Walau tidak adanya surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) hanya berdasarkan informasi dari beberapa WBP yang kenal pada yang bersangkutan, katanya.

Namun berbeda dengan informasi yang beredar dilapangan. Diduga khawatir Al melakukan hal – hal yang tidak diinginkan terhadap terduga “cepu” (Napi) yang diduga telah memberikan informasi, hingga Al kedapatan petugas Lapas saat memakai sabu. Akibatnya, dibuatlah Surat Pernyataan diduga direkayasa oleh KPLP terduga A Hamid dan mendesak dengan tekanan melalui petugas terduga Rahman agar Al menandatangani surat pernyataan tersebut hingga Al diisolasi sejak November 2018 lalu hingga saat ini.

Sementara, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Dra Sri Puguh Budi Utami Bc IP MSi membenarkan, WBP yang bermasalah di Lapas di isolasi, “Betul, jika melakukan pelanggaran diisolasi”, katanya dikonfirmasi Jumat (11/01/2019).

Menurutnya, proses isolasi berdasarkan aturan atau SOP nya, WBP Yang melanggar tatib diperiksa, kemudian di isolasi selama 7 hari, katanya.

Disoal, apa benar, WBP yang diisolasi bisa pindah ke blok melalui KPLP diduga dengan biaya puluhan juta, “tidak benar, itu penyimpangan”, tegasnya.

Sanksi atau tindakan Ditjend terhadap oknum yang diduga melakukan penyimpangan tersebut, “Didasarkan pada PP 53”, singkatnya.

Disinggung, Sanksi PP 53, dalam bentuk apa, karena, pantauan media ini, oknum KPLP sebelumnya diduga telah melakukan diduga pungli, dugaan jual beli blok dan kepala blok senilai puluhan juta rupiah. Namun sampai saat ini belum adanya tindakan atau sanksi sesuai PP 53 baik dari Kalapas, Kanwil dan Dirjend sendiri. Sangat disayangkan, Utami sapaan akrabnya ini enggan menanggapinya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Sumsel, DR H Sudirman Daman Hury SH MM MSc, belum berhasil dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Lantaran kedapatan mengkonsumsi Narkoba jenis Sabu oleh Team Satgas Kamtib Lapas Kelas II B Sekayu, Dedi Avental dan KPLP Abdul Hamid S.Sos. Akibatnya, Al (43) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini ditempatkan diduga di sel isolasi blok H yang kondisinya dipenuhi sampah.

Informasi dilapangan, merasa tidak nyaman diruang isolasi, sekitar Sabtu (15/12/2018) lalu Al diminta oknum KPLP melalui anggotanya diduga Irwanto telah menerima uang puluhan juta melalui kuasa hukumnya diduga Rudis SH. Uang untuk pindah ke blok F3, janji oknum KPLP.

Selain telah menyerahkan uang puluhan juta, KPLP diduga kembali meminta uang sebesar 2 juta. Dirinya keberatan dipindahkan ke sel blok H karena telah menyerahkan uang dengan dijanjikan pindah ke blok F2 atau F3 dengan tarif diduga puluhan juta rupiah.

Dirinya mengaku, telah menayakan ke oknum KPLP mengapa setelah menyerahkan uang puluhan juta, dirinya tetap ditempatkan diblok H. Menurutnya, tahankan dulu selama 3 hari, lalu harus negosiasi kembali, karena kamu bermasalah, jawab terduga Hamid sekitar Jumat (28/12/2018) lalu. Menurutnya terduga Hamid berusaha untuk diduga memerasnya, istriku pedagang sayur pak, keluhnya.

Lalu dirinya mengeluhkan hal ini ke Kalapas Ronaldo Devinci. Kalapas menjawab, jangan mengeluhkan masalah uang kepadanya, “saya tidak tahu dan saya tidak makan uang itu”, elaknya. Kebijakan Kalapas, hanya diupayakan dirinya ditempatkan di sel yang layak huni yang tanpa sampah, katanya.

Dirinya berharap, dipindahkan ke blok F2 atau F3 yang layak huni sesuai petunjuk Kalapas dan janji terduga Hamid. Walau telah memberi uang puluhan juta, sampai saat ini dirinya masih di sel isolasi sejak awal November 2018 yang lalu, dengan kondisi ruangan yang dipenuhi sampah, keluhnya.

Hal serupa dialami AZ, telah memberikan uang puluhan juta rupiah ke oknum terduga KPLP melalui petugas diduga Dodi yang disaksikan petugas diduga AL dan petugas diduga Andi dengan janji tidak dikarantina. Namun setelah uang diserahkan, janji sang oknum KPLP tak kunjung terealisasi, keluhnya.

AZ mengaku, telah meminta dikembalikan uang miliknya kepada terduga A. Hamid. Namun, uangnya telah terpakai, jawab terduga Hamid.

Berbeda dengan ke 2 rekannya, HA kasus Narkoba dan EN kasus pembunuhan. Saat ini telah keluar dari ruang isolasi walau tanpa negosiasi ke petugas Lapas.(yn)

 

About ZP NHO

x

Berita Lain

Syafitri terpidana Kasus Penipuan Setelah di vonis 3 bulan Divonis lagi 3 Tahun Panjara

Palembang, Newshater.com, – Syafitri Indah Wuri BSc MM alias Indah Binti M ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 03-01-2019 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC