Home / breaking / Orangtua Mahasiswi Korban Perkosaan Oknum Dosen: “Sang Dosen Diminta Bertanggungjawab, Tapi Menolak”
foto.net

Orangtua Mahasiswi Korban Perkosaan Oknum Dosen: “Sang Dosen Diminta Bertanggungjawab, Tapi Menolak”

Palembang Newshanter.Orang tua mahasiswi Unsri –korban perkosaan Dasrial  (55) oknum dosen Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang– NH (51), sudah meminta sang dosen untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya memperkosa anak gadisnya BR (21). Namun sang dosen tidak mau sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Polresta Palembang.

“Awalnya (Dasrial) tidak mengaku. Setelah kami tekan, baru mengakui kalau memang berhubungan dengan anak saya. Kami minta pertanggungjawaban, tapi pelaku tidak mau,” ujar NH.

NH sendiri langsung terbang dari Jambi ke Palembang setelah mendapat kabar dari anaknya tentang perkosaan tersebut. Ia sendiri didampingi paman korban. Namun NH tidak menjelaskan bentuk pertanggungjawaban yang diminta kepada pelaku sehingga mengadukan masalah ini ke polisi.

Saat melaporkan kejadian tersebut BR datang bersama orang tua dan pamannya. BR tampak mengenakan baju berwarna abu-abu, dengan jilbab berwarna hitam bermotif warna warni. BR menutupi wajahnya dengan masker berwarna hitam. Hanya mata dan dahinya saja yang kelihatan.

Di depan penyidik, BR membeberkan kronologi pemerkosaan yang dialaminya sebanyak 3 kali. Dua kali dilakukan di kost Dasrial di Palembang dan satu kali dilakukan di rumah Dasrial di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Dasrial merupakan suami dari dosen pembimbing skripsi BR, Eliza. Ia mengenal Dasrial ketika BR kerap datang ke rumah Eliza untuk bimbingan skripsi.

BR mengatakan, pemerkosaan yang dialaminya bermula ketika sibuk menyelesaikan skripsinya. Skripsi yang dikerjakan BR cukup rumit, sehingga dia harus bolak-balik ke rumah dosennya untuk konsultasi.

Menurut BR, Dasrial tinggal bersama istrinya, Eliza di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Namun, Dasrial juga punya kost di Palembang karena mengajar di UIGM.

“Pak Dasrial dosen di UIGM, ia ngekos di Palembang. Saya juga sering main ke rumah mereka di Indralaya,” ujar BR.

Menurut BR, kosan Dasrial di Palembang hanya berukuran 4 x 6 meter. BR pertama kali mengalami pemerkosaan di kost tersebut.

Pemerkosaan terjadi ketika dia pulang kampung ke Jambi dan ditelepon oleh Dasrial. Kata Dasrial, sample penelitian untuk skripsinya sudah ada.

BR pun langsung kembali ke Palembang dengan menaiki bus antar provinsi. BR tiba pukul 01.00 dinihari dan dijemput Dasrial di terminal.

“Pak Dasrial ajak saya nginap di kosan. Tapi, Bu Eliza tidak ada. Katanya tidak ikut ke Palembang karena ada tugas di Indralaya,” ujar BR.

Setelah tiba di kosan, BR langsung tertidur karena kelelahan akibat perjalanan jauh dari Jambi.

“Sayakan lelah Pak, jadi saya langsung tidur. Pas lagi tidur, Pak Dasrial sudah di atas perut saya,” tandas BR.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari BR. Polisi masih mempelajari laporan itu untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan.

“Kita masih memeriksa saksi-saksi. Kita sudah meminta korban untuk melakukan visum. Setelah itu baru disimpulkan, apakah kejadian itu benar atau tidak,” ujar Maruly. (uzi, sumber :pojoksatu)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Tim Jum’at Barokah Terpadu Sambangi Belasan Warga Duafa Sialang Munggu Tampan , Keluarga Buk Tikem Senang & Terharu .

    Pekanbaru.newshanter.com Giat kunjungan Sosial Tim Jumat Barokah Terpadu Polresta Pekanbaru ( peduli ...