Home / Advertorial / Paripurna XV DPRD Sumsel Setujui Empat Raperda , Satu Pembahasan di Perpanjang

Paripurna XV DPRD Sumsel Setujui Empat Raperda , Satu Pembahasan di Perpanjang

Palembang.Newshanter.com,Lima Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumatera Selatan, dalam rapat paripurna XV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (sumsel) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Kamis (31/03/2016). membahas lkima Raperda yang diusulkan Provinsi sumsel.Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel  dipimpin langsung Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda.

Para anggota dewan memberikan persetujuan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemprov Sumsel. Sedangkan satu Raperda yang   dibahas Pansus IV meminta perpanjangan waktu, Yaitu Raperda tentang rencana tata ruang wilayah Priovinsi Sumsel tahun 2016-2036 yang dibahas oleh pansus empat.

P impinan sidang HM Giri Ramanda, mengatakan  bedasarkan laporan hasil pembahasan  dan penelitian pansus-pansus tersebut dari lima Raperda yang telah selesai pembahasandan penelitianya ada empat  Raperda yang disahkan dan di setujui. Sedangkan satu Raperda yang dibahas oleh pansus IV meminta perpangan waktu yaitu Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016-2036 yang dibahas Pansus IV.

Pansus IV DPRD Povinsi Sumsel menggaangap perlu dijadwalkan perpanjagan waktu pembahasan dan penelilitian terhadap Raperda tersebut, mengingat pentingnya Raperda  tentang  Rencana tata ruang wilayah Provinsi Sumsel 2016-2036 yang mencangkup segala aspek bidang pembangunan dengan jangka waktu 20 tahun kedepan dan menjadi acuan pembangunan di Sumatera Selatan,” ujar   HM Giri Ramanda.

Dalam menutup sidang HM Giri mengatakan, Sejak tanggal 17 Maret sampai 2016, kita semua secara bersama sama denga dilandasi semangat kerja sama dan saling pengertian telah mencurahkan daya tenaga dan pikiran dalam melaksanakan kelembagaan dewan yang terhomat, membahas dan meneliti terhasa lima Raperda Provinsi Sumsel. Sehingga dapat berjalan secara tertib dan lancar. ” Syukur Alhamdulillah pada hari ini telah menghasilkan kepetusan bersama, Semoga yang kita kerjakan ini  bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan, ” ujarnya.

Setelah empat Raperda usul provinsi Sumsel disetujui dan satu di perpanjang pembahasanya, kemudian dituangkan dalam rancangan keputusan bersama antara DPRD Sumsel dengan Pemprov Sumsel dan ditandatangani langsung Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menanda Tangani keputsan bersama sasikan pimpinan sidang HM Giri dan Seketaris Dewan / Ramadhan S. Basyeban. foto humas dprd sumsel

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menanda Tangani keputsan bersama sasikan pimpinan sidang HM Giri dan Seketaris Dewan / Ramadhan S. Basyeban. foto humas dprd sumsel

Lima Raperda empat disetujui dan satu diperpanjang pembahasannya. Ada adapun kelima pansus tersebut :

juru bicara pansus 1 Rusdi Tahar SE (PAN)

juru bicara pansus 1 Rusdi Tahar SE (PAN)

Pansus I      : DPRD Sumsel menyetujui Raperda tentang zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau Kecil tahun 2016-2036.

juru bicara pansus 2 Robby Budi Puruhtta SE (PDIP)

juru bicara pansus 2 Robby Budi Puruhtta SE (PDIP)

 

Pansus II     : Menyetujui Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla,

juru bicara pansus 3 Maliono SH (Gerindra)

juru bicara pansus 3 Maliono SH (Gerindra)

Pansus III   : Menyetujui Raperda tentang penyelenggaraan Kebun Raya Sriwijaya.

juru bicara pansus 4 Asgianto ST (Gerindra)

juru bicara pansus 4 Asgianto ST (Gerindra)

Pansus IV    : Raperda tentang Rencana tata ruang wilayah Sumsel tahun 2016-2036, di perpanjang pembahasannya.

juru bicara pansus 5 Dra Hj Murwati Wahab MM (Demokrat)

juru bicara pansus 5 Dra Hj Murwati Wahab MM (Demokrat)

Pansus V      : Menyetujui Raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan.

Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel  Dapat  Menjadi Payung Hukum

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dalam sambutanya dalam rapat  paripurna tersebut  mengatakan,  Dengan disetujuinya Raperda tentang pengendalian Karhutla di Sumsel diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam mengatasi persoalan yang sering terjadi di Sumsel ini. Terutama di musim kemarau yang mengakibatkan sebaran titik api hingga ke seluruh kabupaten/ kota di Sumsel.

Dijelaskan Alex, Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan peran dan fungsi bersama seluruh instansi terkait yang ada untuk senantiasa melakukan pencegahan, penanggulangan dan pemulihan akibat Karhutla termasuk penanggulangan akibat pencemaran.

“Berbagai upaya terus kita lakukan termasuk memberantas kegiatan illegal logging yang menjadi salah satu penyebab Karhutla. Ini semua merupakan bentuk keseriusan Pemprov Sumsel agar Karhutla tidak terulang lagi ke depan,” ungkap Alex saat menghadiri Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Pansus-Pansus terhadap lima Raperda Provinsi Sumsel.

Ditambahkannya, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Panglima TNI, Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel serta unsur terkait telah menyelenggarakan rapat koordinasi terbatas untuk mengatasi illegal logging yang masih kerap terjadi di kawasan Taman Nasional Sembilang.

Aktifitas illegal logging ini, menurut dia, merupakan bagian dari penyebab terjadinya Karhutla di Sumsel. Taman Nasional Sembilang sendiri merupakan satu satunya taman nasional terunik, pasalnya ratusan ribu burung migran pada saat musim dingin sekitar November bermigrasi ke Taman Nasional Sembilang.

Diungkapkan Alex, dari pantauan di lapangan, sekitar 12 ribu hektare lebih hutan di Taman Nasional Sembilang telah dijarah. Bahkan, peralatan berat yang ditemukan tim terpadu telah menunjukkan bahwa aktifitas illegal logging ini dilakukan dengan sistematis, terencana dengan baik dan dibiayai aktor intelektual dibelakangnya.

Untuk permasalahan tersebut, Alex sudah mengeluarkan surat perintah untuk memberantas illegal logging bukan hanya di kawasan Taman Nasional Sembilang, namun juga di seluruh daerah di Sumsel utamanya di Musi Banyuasin.

“Seharusnya Leonardo DiCaprio juga hadir di Taman Nasional Sembilang, namun bagaimana aktifis lingkungan hidup dunia ini bisa hadir di Sumsel kalau hutan kita masih dijarah besar-besaran,” tegas Alex.

Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menyampaikan tentang perkembangan terbaru pembangunan LRT, yakni telah disetujuinya LRT di Sumsel menggunakan kereta listrik oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada rapat terbatas percepatan pembangunan LRT di Kantor Presiden Sekretariat Kabinet RI, Selasa (29/03/2016) lalu.

“Disetujuinya hal ini berkat dukungan dari beberapa menteri yang lainnya. LRT ini akan menjadi yang pertama di Indonesia dan termodern,” ungkap Alex.

Lebih lanjut Alex mengatakan, kelihatannya pembangunan LRT ini biasa saja, namun ini akan menjadi suatu lompatan yang luar biasa dari suatu daerah di luar Jawa, karena bukan hanya untuk transportasi atlet pada Asian Games juga sebagai langkah antisipasi kemacetan total di Kota Palembang.

“Total hampir Rp 8,4 triliun lebih dana yang digulirkan untuk pembangunan LRT di Sumsel. Hebatnya lagi Rp 8,4 triliun lebih ini sedikitpun tidak menggunakan dana APBD Sumsel,” terang Alex.

Alex menambahkan, khusus untuk LRT ini akan dibangun Gardu Induk berkapasitas 6O Mega Watt di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Gardu Induk ini akan memenuhi kebutuhan operasional LRT 22,5 kilometer ini.

“Diperkirakan LRT ini membutuhkan energi listrik antara 16 sampai 25 Mega Watt, jadi gardu induk yang akan dibangun ini melebihi kebutuhan yang diperlukan dan sisanya akan kita manfaatkan untuk penyelenggaraan berbagai event di JSC,” terang Alex.

Terkait pengelolaan LRT nantinya, Alex mengungkapkan, LRT di Sumsel akan dikelola dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dikatakan Alex, PT KAI tidak melakukan investasi di pembangunan LRT ini, melainkan yang berinvestasi adalah Kementerian Perhubungan RI. Menurutnya, hal ini tentunya akan mempengaruhi tarif tiket LRT yang akan ditentukan pastinya akan jauh lebih murah, sebaliknya kalau dikelola oleh pihak swasta tentunya akan menimbulkan tarif yang mahal.

“Terkait dengan harga tiket LRT, tentunya akan dilakukan pembahasan bersama terlebih dahulu. Yang pasti paling lambat April 2018 atau empat bulan sebelum Asian Games para anggota DPRD Sumsel akan memulai perjalanan pertama LRT di Sumsel,” pungkas Alex.(ADV/Humas DPRD Sumsel)

Rapat Paripnrna DPRD Sumsel

Rapat Paripnrna DPRD Sumsel

pari5

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di didamping Ketus\a DPRD Sumsel HM Giri Ramanda dan Wakil Ketua DPRD Suimsel Yansuri tengah menerima buku laporan dari Annggoita Pansus

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di didamping Ketus\a DPRD Sumsel HM Giri Ramanda dan Wakil Ketua DPRD Suimsel Yansuri tengah menerima buku laporan dari Annggoita Pansus

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Pelaku Seksual Terhadap Anak Angkat Sejak SD Hingga Hamil Ditangkap Reskrimum Polda Bengkulu

    Pelaku Seksual Terhadap Anak Angkat Sejak SD Hingga Hamil Ditangkap BENGKULU,Newshanter.com. Seorang ...